Surabaya Big Sale ! Disc 10% all item.Disc 20% utk pembelian min 500 rb.Disc tdk berlaku utk buku KPH & obral.Berlaku s/d 31 Mei 2013


The Shop

LoadingUpdating...
Kho Ping Hoo
Dia legenda pengarang cerita silat. Kho Ping Hoo, lelaki peranakan Cina kelahiran Sragen, Jawa Tengah, 17 Agustus 1926, yang kendati tak bisa membaca aksara Cina tapi imajinasi dan bakat menulisnya luar biasa. Selama 30 tahun lebih berkarya, dia telah menulis sekitar 400 judul serial berlatar Cina, dan 50 judul serial berlatar Jawa.
Bahkan setelah dia meninggal dunia akibat serangan jantung pada 22 Juli 1994 dan dimakamkan di Solo, namanya tetap melegenda. Karya-karyanya masih dinikmati oleh banyak kalangan penggemarnya. Bahkan tak jarang penggemarnya tak bosan membaca ulang karya-karyanya. Kho Ping Hoo bernama lengkap Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo.
Dia juga banyak mengajarkan filosofi tentang kehidupan, yang memang disisipkan dalam setiap karyanya. Salah satu tentang yang benar adalah benar, dan yang salah tetap salah, meski yang melakukannya kerabat sendiri. Kho Ping Hoo berasal dari keluarga miskin. Dia hanya dapat menyelesaikan pendidikan kelas 1 Hollandsche Inlandsche School (HIS). Namun, ia seorang otodidak yang amat gemar membaca sebagai awal kemahirannya menulis.
Ia mulai menulis tahun 1952. Tahun 1958, cerita pendeknya dimuat oleh majalah Star Weekly. Inilah karya pertamanya yang dimuat majalah terkenal ketika itu. Sejak itu, semangatnya makin membara untuk mengembangkan bakat menulisnya. Banyaknya cerpenis yang sudah mapan, mendorongnya memilih peluang yang lebih terbuka dalam jalur cerita silat. Apalagi, silat bukanlah hal yang asing baginya. Sejak kecil, ayahnya telah mengajarkan seni beladiri itu kepadanya.
Karya cerita silat pertamanya adalah Pedang Pusaka Naga Putih, dimuat secara bersambung di majalah Teratai. Majalah itu ia dirikan bersama beberapa pengarang lainnya. Saat itu, selain menulis, ia masih bekerja sebagai juru tulis dan kerja serabutan lainnya, untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun, setelah cerbung silatnya menjadi populer, ia pun meninggalkan pekerjaanya sebagai juru tulis dan kerja serabutan itu, dan fokus menulis. Hebatnya, ia menerbitkan sendiri cerita silatnya dalam bentuk serial buku saku, yang ternyata sangat laris.
Cerita silatnya pun makin bervariasi. Tak hanya cerita berlatar Cina, tetapi juga cerita berlatar Jawa, di masa majapahit atau sesudahnya. Bahkan, selain secara gemilang memasukkan makna-makna filosofis, dia pun menanamkan ideologi nasionalisme dalam cerita silatnya.

Si Bangau Merah

Jilid 1 – 25

Diterbitkan pertama kali tahun 1984 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.75.000

Kisah Si Bangau Putih

Jilid 1 – 30

Diterbitkan pertama kali tahun 1981 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.105.000

Suling Naga

Jilid 1 – 29

Diterbitkan pertama kali tahun 1979 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.102.300

Kisah Para Pendekar Pulau Es

Jilid 1 – 32

Diterbitkan pertama kali tahun 1978 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.112.000

Suling Emas Naga Siluman

Jilid 1 – 51

Diterbitkan pertama kali tahun 1976 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.178.500

Kisah Sepasang Rajawali

Jilid 1 – 57

Diterbitkan pertama kali tahun 1973 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.199.500

Sepasang Pedang Iblis

Jilid 1 – 50

Diterbitkan pertama kali tahun 1972 oleh CV Gema

Status : Pesan terlebih dahulu





Harga: Rp.175.500

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Switch to our mobile site